Katumbangan, Polewali Mandar – Kelompok Wanita Tani (KWT) Lestari Desa Katumbangan mengambil langkah strategis untuk meningkatkan nilai ekonomi produk olahan kelapa. Bekerja sama dengan tim pengabdian masyarakat dari Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), KWT Lestari menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi Program Pemberdayaan Wanita Tani pada Rabu, 3 September 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Katumbangan ini berfokus pada tema “Pemberdayaan Wanita Tani Melalui Diversifikasi Virgin Coconut Oil (VCO) Menjadi Produk Body Care dan Hair Care.”
Inisiatif ini didorong oleh potensi besar yang dimiliki KWT Lestari. Dengan anggota berjumlah 30 orang, KWT Lestari selama ini telah aktif dalam produksi minyak kelapa. Namun, untuk meningkatkan daya saing dan pendapatan anggota, diperlukan inovasi produk turunan.
Tim Pengabdian Masyarakat Unsulbar, yang diketuai oleh Fitri, Dosen Program Studi Agribisnis, hadir sebagai fasilitator utama. Dalam paparannya, Fitri menjelaskan bahwa diversifikasi produk adalah kunci untuk keluar dari fluktuasi harga bahan mentah.
“Potensi VCO sangat besar jika diolah lebih lanjut. Pasar produk perawatan tubuh (body care) dan perawatan rambut (hair care) berbahan alami sedang berkembang pesat. Keterampilan ini dapat menjadi sumber pendapatan baru yang signifikan bagi ibu-ibu di KWT Lestari,” ujar Fitri saat sesi sosialisasi.
Kegiatan FGD berjalan interaktif. Para anggota KWT Lestari aktif berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam produksi minyak kelapa saat ini, serta peluang dan minat mereka terhadap pengembangan produk baru. Antusiasme terlihat jelas dari para peserta yang ingin segera mempraktikkan pembuatan produk turunan tersebut.
Ketua KWT Lestari mengungkapkan apresiasinya atas kolaborasi dengan pihak akademisi. Menurutnya, pendampingan dari universitas sangat dibutuhkan untuk transfer pengetahuan dan teknologi tepat guna.
“Kami berterima kasih kepada tim Unsulbar yang telah membuka wawasan kami. Selama ini kami hanya menjual minyak kelapa. Dengan adanya sosialisasi ini, kami termotivasi untuk belajar membuat produk seperti lulur, sabun, atau minyak rambut yang memiliki nilai jual lebih tinggi,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dari program pendampingan berkelanjutan. Rencana selanjutnya adalah mengadakan pelatihan praktis pembuatan formula produk body care dan hair care, serta pendampingan dalam pengemasan dan strategi pemasaran. Melalui program pemberdayaan ini, KWT Lestari diharapkan dapat menjadi produsen produk olahan kelapa terpadu yang mandiri dan berdaya saing di Kabupaten Polewali Mandar.

